Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyelenggarakan Pelatihan Remote and Extreme Environment di BRIN Cibinong, Jawa Barat, Kamis 27 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama kedua institusi dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia menghadapi tantangan aktivitas dan kondisi lingkungan terpencil maupun ekstrem, khususnya yang berkaitan dengan keselamatan, kesehatan, riset, serta respons di lapangan.
The Indonesian Mountaineering Federation (FMI) together with the National Research and Innovation Agency (BRIN) held a Remote and Extreme Environment training at BRIN Cibinong, West Java, on Thursday 27 August 2026. The activity is part of the two institutions' cooperation to strengthen human resource capacity in facing the challenges of remote and extreme environmental conditions, particularly those related to safety, health, research, and field response.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum FMI, Mayjen TNI (Purn.) Buyung Lalana, bersama Kepala Pusat Riset dan Sistem Biota BRIN, Decky Indrawan Junaidi. Pembukaan tersebut menandai komitmen bersama kedua institusi untuk membangun kolaborasi yang lebih kuat dalam pengembangan pengetahuan dan kapasitas menghadapi lingkungan ekstrem.
The training was officially opened by the General Chairman of FMI, Maj. Gen. TNI (Ret.) Buyung Lalana, together with the Head of BRIN's Research Centre for Biota and Systems, Decky Indrawan Junaidi. The opening marked the shared commitment of both institutions to build stronger collaboration in developing knowledge and capacity for facing extreme environments.
Kegiatan diikuti oleh 36 peserta, terdiri atas 10 peserta dari FMI dan 26 peserta dari BRIN. Komposisi tersebut mencerminkan sinergi antara unsur penggiat kegiatan alam dan pendakian dengan unsur peneliti serta sumber daya BRIN.
The activity was attended by 36 participants: 10 from FMI and 26 from BRIN. The composition reflects synergy between outdoor and climbing activists on one side and BRIN researchers and staff on the other.
Melalui pelatihan ini, FMI dan BRIN diharapkan tidak hanya memperkuat kompetensi teknis peserta, tetapi juga membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam menghadapi berbagai tantangan di lingkungan remote dan extreme environment.
Through this training, FMI and BRIN are expected not only to strengthen participants' technical competence, but also to open space for the exchange of knowledge and experience in facing various challenges in remote and extreme environments.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem keselamatan, riset, dan pengelolaan risiko di lingkungan ekstrem yang lebih terintegrasi. Ke depan, sinergi FMI dan BRIN diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai program pendidikan, penelitian, pengembangan kapasitas, serta kegiatan lapangan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan pengembangan aktivitas mountaineering di Indonesia.
This collaboration is a strategic step in building a more integrated ecosystem of safety, research, and risk management in extreme environments. Going forward, FMI-BRIN synergy is expected to keep growing through education, research, capacity-building programmes, and field activities that benefit the public and the development of mountaineering in Indonesia.