Di jajaran pengurus Pengurus Besar Federasi Mountaineering Indonesia (PB FMI), nama Khansa Syahlaa Aliyah mengisi posisi Anggota Biro Humas & Koordinasi Wilayah. Namun di luar ruang organisasi, rekam jejaknya sebagai pendaki telah melintasi tiga benua sebelum ia genap berusia dua puluh tahun.

Among the officials of the Indonesian Mountaineering Federation's national board (PB FMI), Khansa Syahlaa Aliyah holds the position of Member of the Public Relations & Regional Coordination Bureau. Beyond the organization, however, her record as a climber had already spanned three continents before she turned twenty.

Khansa lahir di Bogor, Jawa Barat, pada 16 Maret 2006, anak kedua dari tiga bersaudara. Perkenalannya dengan gunung datang dari sang ayah, Aulia Ibnu, yang mengajaknya mendaki sejak kecil. Gunung Rinjani menjadi pendakian pertamanya — bukan untuk mencapai puncak, melainkan mengenalkannya pada medan dan ritme pendakian. Sejak itu, gunung demi gunung ia daki, dengan satu syarat yang ditetapkan orang tuanya: nilai rapor harus tetap baik.

Khansa was born in Bogor, West Java, on March 16, 2006, the second of three children. Her introduction to the mountains came from her father, Aulia Ibnu, who took her climbing from an early age. Mount Rinjani was her first climb — not to reach the summit, but to familiarize her with the terrain and rhythm of mountaineering. From then on she climbed peak after peak, under one condition set by her parents: her school grades had to stay strong.

Pada 2017, ia mendaki Carstensz Pyramid atau Puncak Jaya di Papua (4.884 mdpl). Dua tahun kemudian, ia mencapai puncak Kilimanjaro di Tanzania (5.895 mdpl) dan menerima piagam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai perempuan Indonesia termuda yang mendaki gunung tersebut. Pada 17 Agustus 2022, tepat pada peringatan ke-77 Kemerdekaan Indonesia, ia mengibarkan Merah Putih di puncak Elbrus, Rusia (5.642 mdpl) — gunung bersalju pertama yang ia daki, sekaligus tercatat sebagai gunung ke-77 dalam perjalanannya.

In 2017, she climbed Carstensz Pyramid, or Puncak Jaya, in Papua (4,884 m). Two years later she reached the summit of Kilimanjaro in Tanzania (5,895 m) and received a certificate from the Indonesian Record Museum (MURI) as the youngest Indonesian woman to climb it. On August 17, 2022, exactly on Indonesia's 77th Independence Day, she raised the Red and White flag atop Mount Elbrus in Russia (5,642 m) — her first snow-covered mountain, and recorded as the 77th mountain in her journey.

Puncak tertinggi yang ia raih datang pada 5 Februari 2024, ketika ia dan ayahnya mencapai puncak Aconcagua di Argentina (6.962 mdpl), atap Benua Amerika, setelah pendakian selama dua belas hari. Di ketinggian itu, suhu menyentuh minus sepuluh derajat Celsius dan mereka hanya memiliki waktu sekitar sepuluh menit di puncak sebelum cuaca memburuk. Aconcagua adalah bagian dari program Seven Summits yang ia jalani — rangkaian tujuh puncak tertinggi di tiap benua, dengan Everest sebagai sasaran akhir.

Her highest summit came on February 5, 2024, when she and her father reached the top of Aconcagua in Argentina (6,962 m), the roof of the Americas, after a twelve-day climb. At that altitude the temperature fell to minus ten degrees Celsius, and they had only about ten minutes at the summit before the weather turned. Aconcagua is part of the Seven Summits program she is pursuing — the highest peaks on each continent, with Everest as the final target.

Menurut penuturannya kepada media, hingga awal 2024 ia telah mendaki sekitar 89 gunung, mayoritas di dalam negeri seperti Semeru, Kerinci, dan Rantemario. Selain aktif sebagai pengurus PB FMI, Khansa dikenal sebagai duta merek Eiger dan kerap menyampaikan pesan menjaga kebersihan gunung. Ia pernah menuturkan bahwa mendaki mengubahnya dari anak yang tertutup menjadi pribadi yang lebih mandiri dan berani mengambil keputusan.

By her own account to the media, she had climbed roughly 89 mountains by early 2024, most of them within Indonesia, including Semeru, Kerinci, and Rantemario. Alongside her role on the PB FMI board, Khansa is known as an Eiger brand ambassador and often shares messages about keeping mountains clean. She has said that climbing transformed her from a reserved child into a more independent person, more willing to make her own decisions.