Pada 18 Juni 2026, atlet skyrunning asal Prancis Iris Pessey mencatatkan namanya dalam sejarah alpinisme dunia ketika ia berhasil memecahkan rekor kecepatan putri pendakian Mont Blanc (4.810 m). Berangkat dari gereja ikonik di jantung Kota Chamonix, Pessey menaklukkan 3.800 meter ketinggian dan menempuh jarak sekitar 16 km hanya dalam 5 jam 2 menit — memangkas 10 menit dari rekor sebelumnya.
On June 18, 2026, French skyrunning athlete Iris Pessey wrote her name into alpine history by shattering the women’s speed record on Mont Blanc (4,810 m). Departing from the iconic church in the heart of Chamonix, Pessey conquered 3,800 meters of elevation and covered approximately 16 km in just 5 hours and 2 minutes — cutting 10 minutes off the previous women’s record.
Yang membuat capaian ini semakin luar biasa adalah cara Pessey menuruni puncak: bukan dengan kaki, melainkan dengan paragliding. Ia membawa perlengkapan parasut sepanjang pendakian, kemudian membentangkan sayap dari puncak tertinggi di Eropa Barat dan melayang kembali ke Chamonix. Keseluruhan perjalanan pulang-pergi selesai dalam 5 jam 34 menit — sebuah catatan yang kini berdiri sebagai kombinasi ascent dan descent tercepat untuk kategori putri di gunung ikonik ini.
What made this achievement even more remarkable was how Pessey descended from the summit: not on foot, but by paraglider. She carried paragliding gear throughout the climb, then launched from the highest peak in Western Europe and glided back to Chamonix. The complete round trip was finished in 5 hours and 34 minutes — a time that now stands as the fastest combined ascent and descent for women on this iconic mountain.
Ekspedisi kecil namun terorganisir rapi ini mengandalkan tim yang telah lama bekerja bersama. Pessey ditemani pemandu gunung Matthieu Meynadier dan snowboarder legendaris Marion Haerty, didukung penuh oleh merek perlengkapan olahraga SCOTT. Persiapan matang dan saling percaya antara anggota tim menjadi faktor krusial di balik keberhasilan ini, terutama dalam memilih jendela cuaca yang tepat di pegunungan Alpen yang terkenal tak menentu.
This small yet meticulously organized expedition relied on a tight-knit team built over years of collaboration. Pessey was joined by mountain guide Matthieu Meynadier and legendary snowboarder Marion Haerty, with full backing from SCOTT. Careful preparation and deep mutual trust among team members were crucial factors behind the success, particularly in identifying the right weather window in the notoriously unpredictable Alps.
“Proyek ini tentang kebebasan. Kamu mendaki dengan kakimu, lalu kamu terbang. Setiap momen di gunung terasa seperti mimpi yang menjadi kenyataan.”
“This project was about freedom. You climb with your legs, then you fly. Every moment on the mountain felt like a dream coming true.”
— Iris Pessey, Atlet SCOTT & Pelatih Tim Biathlon InggrisSCOTT Athlete & Great Britain Biathlon Head Coach
Pessey dikenal luas sebagai atlet serbabisa yang menyatukan dunia skyrunning, mountaineering, dan olahraga udara. Selain meraih berbagai prestasi di sirkuit balap gunung internasional, ia juga menjabat sebagai pelatih kepala tim biathlon Inggris Raya — menjadikannya sosok yang menginspirasi baik di arena kompetisi maupun di alam pegunungan yang liar. Filosofinya dalam berolahraga: teknis, bebas, dan selalu mencari sukacita di setiap langkah.
Pessey is widely recognized as a versatile athlete who bridges the worlds of skyrunning, mountaineering, and aerial sports. In addition to her achievements on the international mountain racing circuit, she also serves as head coach of the Great Britain biathlon team — making her an inspiring figure both on the competition stage and in wild mountain terrain. Her sporting philosophy: technical, free, and always seeking joy in every step.
Capaian Pessey ini menjadi salah satu momen paling memukau dari musim panas pegunungan Eropa 2026. Di tengah meningkatnya minat global terhadap pendakian gunung dan olahraga multidisiplin di alam terbuka, rekor Mont Blanc ini mengingatkan dunia bahwa batas kemampuan manusia di puncak-puncak tertinggi masih terus didorong lebih jauh — bukan hanya dalam kekuatan fisik, tetapi juga dalam kreativitas dan keberanian berimajinasi.
Pessey’s feat stands as one of the most dazzling highlights of the 2026 European mountain summer. As global interest in mountaineering and multidisciplinary outdoor sports continues to grow, this Mont Blanc record serves as a reminder that the limits of human capability at the world’s highest peaks are still being pushed further — not only in physical strength, but also in creativity and the courage to imagine something new.